Kolom Iklan

Jumat, 15 Agustus 2008

ARTI TAKWA ADALAH CINTA

Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A.



Musibah ada di mana-mana dan bisa terjadi kapan saja. Yang penting bagi kita ialah bagaimana menyikapi musibah itu seandainya ia datang menimpa kita atau anggota keluarga kita. Misalnya hujan. Curah hujan yang melebihi batas normal kadang-kadang tidak lagi berfungsi sebagai rahmat, tetapi bisa menjadi suatu laknat, apalagi jika mendatangkan banjir. Dengan demikian, ini bisa disebut dengan musibah kecil. Seperti kita tahu, musibah atau kesulitan-kesulitan hidup itu sisi lain dari kehendak Tuhan untuk menyapa hamba-Nya. Seolah-olah Allah merindukan hamba-Nya, sehingga Dia merindukan mereka dalam bentuk musibah. Musibah adalah sebentuk surat cinta Tuhan kepada kekasih-Nya.

Kenapa musibah disebut surat cinta? Karena mungkin pada suatu saat, seseorang itu tidak sanggup untuk mendekati Tuhan, terlena dengan kemewahan duniawi yang ada pada dirinya, sehingga tertutup pintu batinnya, tidak lagi sensitif dan tidak lagi ada kerinduan terhadap Tuhannya. Seringkali kerinduan terhadap Tuhan itu muncul manakala dipancing oleh hadirnya musibah. Seringkali tanpa musibah, seseorang lupa terhadap Allah Swt. Pengalaman-pengalaman yang mengecewakan, seperti adanya gangguan-gangguan yang menghambat normalitas kehidupan kita, harus dimaknai bahwa ini adalah cara Tuhan untuk mengingatkan kita.

Allah berfirman: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. Ali Imrân [3]: 102)

Ayat ini merupakan panggilan khusus untuk orang yang beriman. Mereka diminta untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa, dengan puncak takwa. Meskipun di dalam ayat lain dikatakan, "Bertakwalah kepada Allah sebatas kemampuanmu." (QS. At-Taghabûn [64]: 16). Allah Maha adil. Kalau seandainya standar ketakwaan itu memakai standar ketakwaan Rasulullah, atau para aulia, kita sebagai orang awam tentu sulit untuk mencapainya. Tetapi Allah Mahatahu bahwa tidak semua hamba-Nya sama pengalaman batinnya dan tingkat makrifahnya.

Apa perbedaan ayat pertama dan ayat kedua?

Ayat pertama meminta kita untuk bersikap maksimal mewujudkan ketakwaan itu di dalam diri kita. Tetapi kalau kita sudah berusaha, dan ternyata masih jauh dari standar ketakwaan itu, jangan khawatir karena ada firman Allah yang lain, "Bertakwalah sebatas kemampuanmu." Jangan berkecil hati kalau ketakwaan kita tidak bisa menyamai Rasulullah dan para wali. Yang penting kita sudah berusaha sekuat kemampuan kita, kemudian terimalah apa adanya diri kita.

Apa yang dimaksud dengan takwa?

Banyak orang mengartikan takwa sebagai takut terhadap Allah. Sebetulnya terjemahan ini tidak sepenuhnya tepat. Memang salah satu pengertian takwa adalah takut, tapi itu hanya kira-kira 30% benarnya. Takut hanya salah satu komponen dari takwa, tetapi komponen terbesarnya bukan takut. Komponen yang sangat penting dari takwa adalah cinta kepada Allah. Di kalangan sufi, takwa itu diartikan dengan cinta terhadap Allah. Di kalangan fukaha, takwa itu adalah takut terhadap Allah. Kombinasi antara takwa dan takut, itulah pengertian takwa yang ideal bagi kita.

Sesungguhnya Allah Swt. bukanlah sosok yang sangat mengerikan sehingga kita harus takut terhadap-Nya. Melainkan Allah Swt. adalah sosok yang Mahaindah untuk dicintai, sosok yang Maha Pengasih, sosok yang Mahalembut. Dengan demikian, takwa itu di satu sisi kita takut dan segan kepada Allah, di sisi lain, kita mencintai-Nya.

Miniatur sikap kita terhadap Allah itu persis sikap kita terhadap kedua orang tua kita. Di satu sisi kita segan dan takut terhadap orang tua, pada sisi lain kita juga butuh dan cinta terhadap mereka. Sekalipun kita dimarahi, sekalipun kita dipukul, tetap orang yang paling kita cintai adalah kedua orang tua kita. Sekalipun Tuhan menurunkan musibah, sekalipun Tuhan sering menguji kita, tetapi yang kita cintai hanya Allah Swt. Inilah pengertian kongkret yang bisa kita ukur dari pengertian takwa.

Bertakwalah kepada Allah Swt., artinya takutilah dan cintailah Allah Swt. Kadang-kadang Allah tampil sebagai sosok yang Mahabesar untuk ditakuti, terutama bagi para pendosa. Bagi orang yang baru saja melakukan dosa, di situ Tuhan akan tampil sebagai Yang Maha adil, Yang Maha Penghukum, bahkan Yang Maha Penyiksa, sehingga orang yang berdosa menjadi ciut nyalinya dan tidak berani lagi melakukan dosa.

Tapi Allah Swt. akan tampil sebagai sosok yang Maha Mencinta di hadapan orang yang melakukan ibadah. Orang yang melakukan ibadah dan kebaikan-kebaikan dengan ikhlas, tidak usah takut terhadap Allah. Baginya, yang paling tepat adalah mencintai Allah.

Siapapun orang yang beriman, yang berdosa pasti akan merasa takut kepada Allah. Dan siapapun orang yang beriman, yang telah beribadah dengan sungguh-sungguh dan ikhlas, pasti ada muncul rasa cinta di dalam dirinya kepada Allah dan harapan yang besar untuk mendapatkan cinta-Nya. Dengan demikian, pola relasi manusia dan Tuhan adalah pola relasi takut dan cinta. Inilah Islam.

Agama-agama lain tunggal pola relasinya, dan umumnya mengandalkan pola relasi takut kepada Tuhannya atau dewa-dewanya. Itulah sebabnya dalam agama lain diperlukan mediasi antara manusia dan Tuhannya atau dewanya. Bahkan ada yang menggambarkan dewanya dengan gambaran yang mengerikan. Kalau perlu dibuatkan patungnya dengan sosok yang besar, wajah yang angker, taringnya mencuat, bahkan membawa alat pemukul (gada). Supaya apa? Itu sebagai mediasi agar jiwa si penyembah takut kepada yang disembahnya. Semakin takut, semakin tinggi kedekatannya dengan Tuhan. Semakin takut, semakin hebat ibadahnya.

Dalam Islam tidak mesti seperti itu. Allah Swt. bukan sosok yang Maha Mengerikan untuk ditakuti, tapi lebih menonjol sebagai Tuhan Maha Penyayang untuk dicintai. Kalau pola relasi kita itu takut, kita akan menggambarkan Tuhan itu transenden, jauh sekali. Tapi kalau pola relasi cinta yang kita bangun, seolah-olah Tuhan itu amat dekat dengan diri kita. Firman Allah dalam Alquran: "Sesungguhnya Aku lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya sendiri." (QS. Qâf [50]: 16)

Di kalangan sufi sering muncul pertanyaan, apakah Tuhan berada dalam diriku ataukah aku berada dalam diri Tuhan? Begitu dekatnya Tuhan dengan hamba, dan kedekatan ini polanya adalah relasi cinta. Hemat saya, inilah pola yang paling tepat bagi kita untuk mendekati Tuhan, yaitu pola relasi cinta. Pola relasi takut, bawaannya adalah formalitas, kering, dan kaku, serta sangat dipengaruhi oleh mood. Tapi pola relasi cinta lebih permanen sifatnya, segar, damai, dan menjanjikan harapan yang indah.

Maka berusahalah untuk lebih mencintai Tuhan, cinta dan cinta kepada Tuhan. Itulah takwa. Sehingga kalau berdoa pun, doanya seperti kaum sufi, "Ya Allah, aku menyembah Engkau bukan karena mengharap surga-Mu, dan aku meninggalkan maksiat bukan karena takut neraka-Mu. Masukkan aku ke neraka-Mu kalau aku menyembah-Mu karena takut neraka. Jauhkan aku dari surga-Mu jika aku menyembah-Mu karena ingin surga. Aku menyembah kepada-Mu, ya Allah, semata-mata karena cintaku yang sangat dalam kepada-Mu."

Luar biasa. Inilah nanti yang memancar dampaknya dalam masyarakat. Apapun yang kita lakukan, penuh dengan kedamaian. Termasuk saat tertimpa musibah atau kesedihan pun, hati kita akan tetap tenang dan ikhlas. Berjumpa dengan saudara, dengan kawan, tersenyum. Damai bawaannya. Kalau cinta terhadap Tuhan membara dalam diri setiap hamba, maka kedamaian antar sesama manusia pun akan tercipta. Insya Allah.

hakekat takwa

from:http://ustadzkholid.wordpress.com/2007/12/25/hakekat-takwa/

Takwa sangat penting dan dibutuhkan dalam setiap kehidupan seorang muslim. Namun masih banyak yang belum mengetahui hakekatnya. Setiap jum’at para khotib menyerukan takwa dan para makmumpun mendengarnya berulang-ulang kali. Namun yang mereka dengar terkadang tidak difahami dengan benar dan pas.Pengertian Takwa.Untuk mengenal hakekat takwa tentunya harus kembali kepada bahasa Arab, karena kata tersebut memang berasal darinya. Kata takwa (التَّقْوَى) dalam etimologi bahasa Arab berasal dari kata kerja (وَقَى) yang memiliki pengertian menutupi, menjaga, berhati-hati dan berlindung. Oleh karena itu imam Al Ashfahani menyatakan: Takwa adalah menjadikan jiwa berada dalam perlindungan dari sesuatu yang ditakuti, kemudian rasa takut juga dinamakan takwa. Sehingga takwa dalam istilah syar’I adalah menjaga diri dari perbuatan dosa.Dengan demikian maka bertakwa kepada Allah adalah rasa takut kepadaNya dan menjauhi kemurkaanNya. Seakan-akan kita berlindung dari kemarahan dan siksaanNya dengan mentaatiNya dan mencari keridhoanNya.Takwa merupakan ikatan yang mengikat jiwa agar tidak lepas control mengikuti keinginan dan hawa nafsunya. Dengan ketakwaan seseorang dapat menjaga dan mengontrol etika dan budi pekertinya dalam detiap saat kehidupannya karena ketakwaan pada hakekatnya adalah muroqabah dan berusaha keras mencapai keridhoan Allah serta takut dari adzabNya.Sangat pas sekali definisi para ulama yang menyatakan ketakwaan seorang hamba kepada Allah adalah dengan menjadikan benteng perlindungan diantara dia dengan yang ditakuti dari kemurkaan dan kemarahan Allah dengan melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.Berikut ini beberapa ungkapan para ulama salaf dalam menjelaskan pengertian takwa:1. Kholifah yang mulia Umar bin Al Khothob pernah bertanya kepada Ubai bin Ka’ab tentang takwa. Ubai bertanya: Wahai amirul mukminin, Apakah engkau pernah melewati jalanan penuh duri? Beliau menjawab: Ya. Ubai berkata lagi: Apa yang engkau lakukan? Umar menjawab: Saya teliti dengan seksama dan saya lihat tempat berpijak kedua telapak kakiku. Saya majukan satu kaki dan mundurkan yang lainnya khawatir terkena duri. Ubai menyatakan: Itulah takwa.[1]2. Kholifah Umar bin Al Khothob pernah berkata: Tidak sampai seorang hamba kepada hakekat takwa hingga meninggalkan keraguan yang ada dihatinya.3. kholifah Ali bin Abi Tholib pernah ditanya tentang takwa, lalu beliau menjawab: Takut kepada Allah, beramal dengan wahyu (Al Qur’an dan Sunnah) dan ridho dengan sedikit serta bersiap-siap untuk menhadapi hari kiamat.4. Sahabat Ibnu Abas menyatakan: Orang yang bertakwa adalah orang yang takut dari Allah dan siksaanNya.5. Tholq bin Habib berkata: takwa adalah beramal ketaatan kepada Allah diatas cahaya dari Allah karena mengharap pahalaNya dan meninggalkan kemaksiatan diatas cahaya dari Allah karena takut siksaanNya6. ibnu Mas’ud menafsirkan firman Allah: اتَّقُواْ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ dengan menyatakan: Taat tanpa bermaksiat dan ingat Allah tanpa melupakannya dan bersyukur.Takwa ada dikalbu.Takwa adalah amalan hati (kalbu) dan tempatnya di kalbu, dengan dasar firman Allah Ta’ala:Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati. (QS. 22:32) . dalam ayat ini takwa di sandarkan kepada hati, karena hakekat takwa ada dihati. Demikian juga firman Allah:Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertaqwa. (QS. 49:3)Sedangkan dalil dari hadits Nabi n tentang hal ini adalah sabda beliau: التَّقْوَى هَهُنَا التَّقْوَى هَهُنَا التَّقْوَى هَهُنَا ويُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ [ثَلاَثَ مَرَّاتٍ] بِحَسْبِ امْرِىءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ اْلمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُّهُ وَعِرْضُهُ Takwa itu disini! Takwa itu disini! Takwa itu disini! –dan beliau mengisyaratkan ke dadanya (Tiga kali). Cukuplah bagi seorang telah berbuat jelek dengan merendahkan saudara muslimnya. Setiap muslim diharamkan atas muslim lainnya dalam darah, kehormatan dan hartanya. (HR Al Bukhori dan Muslim ). Juga hadits Qudsi yang masyhur dan panjang dari sahabat Abu Dzar. Diantara isinya adalah:يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا Wahai hambaKu, seandainya seluruh kalian yang terdahulu dan yang akan datang, manusia dan jin seluruhnya berada pada ketakwaan hati seorang dari kalian tentulah tidak menambah hal itu sedikitpun dari kekuasaanKu. (HR Muslim)Dalam hadits ini ketakwaan disandarkan kepada tempatnya yaitu kalbu. Namun walaupun ketakwaan adalah amalan hati dan adanya dihati, tetap saja harus dibuktikan dan dinyatakan dengan amalan anggota tubuh. Siapa yang mengklaim bertakwa sedangkan amalannya menyelisihi perkataannya maka ia telah berdusta.Ketakwaan ini berbeda-beda sesuai kemampuan yang dimiliki setiap individu, sebagaimana firman Allah :فاتّقوا اللّهَ ما استَطَعتُمBertakwalah kepada Allah semampu kalian.Mudah-mudahan Allah memberikan kepada kita ketakwaan yang sempurna.



[1] Al Jaami’ Liahkam Al Qur’an karya Al Qurthubi 1/162

Jumat, 11 Juli 2008

Windows Vista

Vista Hardware Support

To help buyers identify hardware suitable for running Vista, Microsoft has a two-tier certification and logo program. The "Works with Windows Vista" logo provides assurance of basic Vista compatibility, and "Certified for Windows Vista" indicates that products specifically enable, or take advantage of, Vista features (such as Windows Aero). SLIDESHOW (74) 

Slideshow | All Shots



Vista supports new hardware in a variety of ways. The OS includes DirectX 10, supporting geometry shaders, graphics memory paging, graphics hardware virtualization, and other features that should enable ever-more-photorealistic games and simulations. (For our review of the first graphics chip and card ready to take advantage of DX10, go to go.pcmag.com/geforce8800.) Audio and printer driver architecture has changed as well, again with the goal of enhancing performance and stability. Vista also offers improved support for new varieties of peripherals and components, including Blu-ray and HD DVD devices.

Laptop and Tablet PC users get new goodies, too, without having to buy separate versions. New Tablet features include touch-screen support, improved pen navigation, gestures, and personalized handwriting recognition. And Media Center is now integral rather than packaged as a separate OS edition.

Vista's intriguing technology called SideShow lets devices with "auxiliary screens" show snippets of pertinent information even when the system isn't powered on. Imagine the Caller ID display on the outside of a clamshell cell phone, only more powerful and flexible. We're waiting for hardware that will let us test SideShow firsthand

from : http://www.pcmag.com/article2/0,2817,2089594,00.asp

Windows Vista

Vista Fundamentals

Some of an operating system's crucial responsibilities include managing hardware and drive storage and providing a set of APIs (application programming interfaces) that other software can rely on. And, indeed, some of Vista's most important enhancements lie beneath the surface. Many of these improvements are security related. We've written extensively about them, and you can get the latest in "Microsoft Locks Down Security...and Roils Security Vendors".

Networking is another revamped area. Vista's new TCP/IP stack includes native IPv6 support and auto-tuning via TCP window scaling. And it has better built-in Wi-Fi support.

Vista also has a number of performance enhancers. SuperFetch tracks frequently used programs and preloads them. ReadyBoost lets you use flash memory on a high-speed USB drive as a supplemental swap file (this can be substantially faster than a spinning hard drive). ReadyDrive supports hybrid hard drives with built-in flash-memory caches. There's also a low-priority I/O mechanism that lets programs such as Windows Defender run scans in the background with less disruption to foreground activity; and Vista automatically schedules drive defragmentation.

On the whole, my experience has been positive—on a screamer system. Others have had worse luck, particularly those who skimped on RAM. The SYSmark and MobileMark benchmark tests are currently being modified for testing Vista's performance; once they're up and running, we'll post performance results at go.pcmag.com/vistaspeed.

Vista's new sleep mode is supposed to make suspending and resuming faster and more reliable. With the machines I've been testing it on, I don't sense huge benefits from the new sleep mode. Whether that's due to Vista or to third-party hardware or drivers is hard to determine.

Microsoft also made a lot of more fundamental changes in the OS kernel, which provides low-level functions such as memory management, multi-processor synchronization, and I/O scheduling. Most are intended to help improve performance, security, and reliability.
Vista also extends the Windows API by incorporating the .NET 3.0 framework, giving developers capabilities that include Windows Presentation Foundation (formerly code-named Avalon), Windows Communication Framework (formerly Indigo), and Windows CardSpace (formerly InfoCard). But there's no WinFS (Windows Future Storage), the database-backed file system that was to be one of Vista's core innovations. As a result, Vista's support for tagging and relating files is less extensive than Microsoft promised back when the OS was still known by its code name, Longhorn.

Other additions are APIs to support RSS natively and a central RSS store. For example, if you subscribe to an RSS feed in Internet Explorer 7, the RSS reader Sidebar gadget automatically detects it

Windows Vista

from:http://www.pcmag.com/article2/0,2817,2088444,00.asp

by John Clyman

Windows Vista is here at last. One of the largest software projects ever undertaken, Vista is indisputably a milestone—despite Microsoft's having abandoned many of its most ambitious goals for the OS—and not just for Microsoft but for the entire PC industry.

Of course, Vista is not without its skeptics. PC makers say it will require more processing power, graphics capabilities, and memory than is typical of today's mainstream machines. Software vendors complain that Vista's vaunted security features are, in fact, locking them out. Users may wonder if it offers enough that's truly new to be worth the bother—particularly given that a number of Vista features and bundled applications are also available for Windows XP.

We've performed extensive, hands-on analysis of Vista and sorted out the claims to help you decide whether, or more realistically when, to make the move—and to show you what you can expect when you do

Windows Vista 

The Vista Promise

Microsoft calls Vista "a breakthrough computing experience." That's marketing hyperbole, for sure, but it's not entirely unfounded. The new OS is far more than Windows XP with a pretty new face. Many aspects of Vista are substantive improvements: stronger security, better built-in apps, networking enhancements, parental controls, and DirectX 10 



graphics support, to name just a few.




As a whole, Vista feels more evolutionary than revolutionary. That's not all bad; one of Microsoft's strengths has been its commitment to backward compatibility, which continues with Vista.

Vista's real competitor, though, is Windows XP. For many users, XP is good enough. And for all the advances in Vista, it's hard to avoid seeing the things that aren't as good as they could have been.

Nor is Vista bug-free. As I assessed final code, I ran into a variety of small but annoying glitches and found plenty of features that didn't work as seamlessly as I would have liked. I can't shake the feeling that Vista's release was rushed.

So what's our verdict? Vista is good—in some respects very good—but not spectacular. Call it a nice-to-have product rather than a must-have.

If you're buying a new consumer PC this spring, it probably makes sense to get Vista. (For a few contrarian points of view, see "Why Not to Buy Vista".) Soon, there won't be much of a choice; according to Microsoft's support life cycle, retail PC buyers will have only a year after Vista's release to buy Windows XP.

If you've already got a PC running Windows XP smoothly, it's harder to see a reason to upgrade right away. You can wait until you replace your machine, or at least a few months, until Vista's kinks are worked out. (If you're curious to see how well your existing machine will support Vista, try Microsoft's Vista Upgrade Advisor, available at www.windowsvista.com/upgradeadvisor). In the meantime, you can download some of the new software included in Vista, such as Internet Explorer 7, Windows Media Player 11, and a desktop search utility, to enjoy some of the same capabilities you'd get in Vista itself.

For business customers, it makes sense to start evaluating Vista now, particularly since improved deployment, management, and security could lead to significant cost reductions in the long term. But you'll want to be confident about compatibility and support before you make the transition en masse. (See "Vista at Work," for more on features for businesses in Windows Vista Business and Vista Enterprise.)

Let's dive in and take a more detailed look at what Vista has to offer



MacIntosh vs. Windows: Choosing to take a bite of the Apple

By Winn Schwartau

WinTel finally broke my back. Or perhaps it was that last series of inexplicable crashes, dirty reinstalls and similar constant complaints from co-workers and friends. 

WinTel finally broke my back, and I wanted to know why. 

I was a PC bigot and I am still a security guy. 

Having lived on PC [DOS, Win, etc.] for 25 years, I, like so many other people, just assumed [ASSuME] that Macs were toys and PCs were for us grownups. I also assumed that the endless assault upon my 

Mad as Hell archive

Want to read other installments in the series? This series will be updated twice weekly so don't forget to check back, it may benefit your organization.

 


digital being was a God 

Mad as Hell archive

Want to read other installments in the series? This series will be updated twice weekly so don't forget to check back, it may benefit your organization.

 

Given Right of the bad guys and I was just going to have 
to deal with it. I also assumed, without ever looking into it in detail, that desktop/laptop security woes were a ubiquitous reality. 

I was wrong. So I decided to examine the security issues I was facing and see what I could do about them. But there was a lot more than that. 

If PCs are supposed to be for Ma & Pa and the masses, how come I spend so much time making my machine live? How come these blasted useful devices are so much more difficult than a toaster or a microwave or a car? What was the Ma & Pa of the universe doing? 

Then I thought about the security of the desktop -- not from the traditional bits, bytes and patches viewpoint, but from the one in which I was trained: as a systems engineer. Once I began viewing desktop security from that vantage point, things became exquisitely clear. 

I had been wrong all of these years, having been sucked into the popular maelstrom of blinded WinTel acceptance, and all of the security problems that come with choosing that technology for mission critical work. 

The "experiment' I began on April 29 has unexpectedly caused a frenzy of examination of the security aspects of the PC, and I guess a lot of folks are reading about my transitions. 

NOTE: I bought my Macs. Retail. I do not know Steve Jobs. I have no Apple stock. I am not a paid Mac whore. OK? 

In the "Mad as Hell" series, I will be exploring: 
How to make Ma & Pa happy campers again.
Why the fear of computing is slowly being cleansed from my carbon system. 
How I believe we can vastly improve the national security of this country, its critical infrastructures and safe corporate computing. 
How to really make security an enabler versus an inhibitor. 
If I am correct, I believe that by viewing PC security differently, we can save our country tens of billions of dollars every year, and measurably increase productivity within the corporate world while simultaneously reducing costs. 
The "Mad as Hell" series is about security -- period. Do not expect uber-geekinesss. There are plenty of folks who can do that more admirably than me. I am terrifically interested in the Big Security Picture and what we can all do to drastically improve it with minimal pain or cost
.

Mac OS X Leopard vs. Windows Vista: The Final Word

The Mac vs. Windows wiki provides an in-depth comparison between two of the most popular consumer operating systems today: Mac OS X Leopard and Windows Vista (Home Premium and Ultimate). We answer the tough questions such as... 


Which features does one have the other lacks? 
Who provides a more "complete" user experience out of the box? 
How do they stack up against other operating systems such as Linux? 

We recognize that different people have different needs for their computers. What's best for one is not always best for another. We simply present the facts, and let you decide for yourself which operating system is best. 

And since Mac vs. Windows is a full-blown wiki, you can edit the comparisons on this website straight from your web browser. See a feature missing? Spot an error? Sign up as a contributor and help us make this website the most comprehensive and unbiased source of its kind.